Jumat, 21 Desember 2012

Organisasi


Pengertian Organisasi  dan Perkembangannya

Klasifikasi definisi organisasi secara umum di bedakan menjadi tiga :
  1. Dipandang sebagai kumpulan orang
  2. Sebagai proses pembagian kerja
  3. Dipandang sebagai system.

Nicholas Henry dalam studinya terhadap sejumlah definisi organisasi merumuskan beberapa karakter sebagai berikut :
  1. are purposeful, complex human collectivities (punya maksud tertentu, dan merupakan kumpulan dari berbagai macam manusia).
  2. are characterized  by secondary (or impersonal) relationships (punya hubungan skunder).
  3. have spesialized and limited goals (punya tujuan khusus dan terbatas).
  4. are characterized  by sustained cooperative activity (punya kegiatan kerjasama mendukung)
  5. are integrated within a larger social system (terintegrasi dalam social yang lebih luas).
  6. provide services and products to their environment (menghasilkan barang dan jasa untuk lingkungan.
  7. are dependent upon exchanges with environment (sangat terpengaruh atas perubahan lingkungan)

bertolak dari tujuh karakter ini Hendry melontarkan pemikiran modifikatif dalam rangka memperjelas bentuk, corak dan karakteristik organisasi. Selanjutnya ia mengetengahkan tiga model organisasi al:
  1. Model system tertutup. (closed model)
  2. Model system terbuka.(open model)
  3. Model sintesis (synthesis model).

Model system tertutup
Cirri-cirinya :
  1. Adanya tugas-tugas rutin yang berlangsung dalam kondisi stabil
  2. Ada spesialisasi tugas
  3. Penekanan pada sarana dan cara kerja
  4. Konflik dalam organisasi diselesaikan dari atas/pimpinan
  5. Penekanan pada aspek tanggung jawab
  6. Tanggung jawab dan kesetiaan seseorang langsung diarahkan pada unit
  7. Struktur hirarki organisasi pyramidal
  8. Pimpinan di anggap serba bisa/tahu segalanya
  9. Interaksi cenderung vertical
  10. Dasar interaksi adalah kepatuhan, komando dan hubungan vertical.
  11. Kesetiaan dan kepatuhan terhadap atasan dan organisasi di utamakan.
  12. Prestise seseorang dalam organisasi cenderung di tentukan oleh kantor atau rangkingnya.

Beberapa model system ini adalah birokrasi (weber)model scientific management (Taylor, Gilberth), dan model administrative management (Mooney dan Reiley, Gullick dan Urwick, Fayol dan Follet. Dari sejumlah contoh birokrasi yang di kenal  sebagai tipe ideal yang menuntut adanya :
    1. hirarki
    2. promosi berdasarkan system merit dan keahlian
    3. pengembangan karier
    4. berpegang pada peraturan dan ketentuan
    5. hubungan yang resmi dan bersifat impersonality.

Model system terbuka
Menurut Burns dan Stalker dalam Hendry (1995:70-71), cirinya :
  1. adanya tugas non rutin dalam kondisi tidak stabil
  2. pengetahuan khusus  dimanfaatkan dlam tugas-tugas
  3. tujuan lebih diutamakan
  4. konflik dalam organisasi diselesaikan antar sesame teman sekerja
  5. semua anggota memberikan kontribusi untuk pemecahan masalah organisasi
  6. kesetiaan dan kepatuhan di berikan kepada organisasi secara keseluruhan.
  7. organisasi dipandang sebagai struktur jaringan yang pekat yang terbentuk seperti amuba (bukan piramida)
  8. pengetahuan bukan didominasi oleh atasan, tetapi dapat dimiliki oleh bawahan.
  9. interaksi dalam organisasi cenderung horizontal.
  10. gaya hubungan lebih bersifat saran,ramah serta intim antara satu dengan yang lainnya (bukan komando).
  11. pemenuhan tugas dan kinerja diutamakan
  12. prestise ditentukan oleh kemampuan professional dan reputasi.

Model sintesis
Merupakan penggabungan kedua model system tertutup dan terbuka.
Menurut Bernard, Simon, March dan Simon, Cryt dan March, serta Thomson, integrasi kedua model terssebut diasumsikan :
    1. organisasi dan lingkungan dapat benar-benar berubah
    2. organisasi dan manusia didalamnya berusaha untuk hidup
    3. organisasi dan manusia didalamnya dapat dan benar-benar belajar dari pelbagai kesalahannya.
Langkah yang diambil adalah dengan mengurangi ketidakpastian yang di timbulkan dari lingkungan, melakukan adaptasi, melakukan inovasi, perubahan-perubahan yang diperlukan dan pengembangan pelbagai strategi guna menghadapi lingkungan. Hal ii tergantung dengan :
  1. Kemampuan teknologi yang dimiliki
  2. Lingkungan dimana organisasi itu berfungsi
  3. Interaksi dan reaksi anggota terhadap sesamanya, teknologi maupun lingkungan.

Model Organisasi dari Gordon
a.         Formal Model
Identik dengan model manajemen ilmiah (scientific management). Penekanannya pada aspek efisiensi, produktivitas,dan keuntungan.
b.      Human Relations Model
Meskipun modusnya tidak berbeda yaitu bagaimana mengupaykan pencapaian tujuan sebaik-baiknya atau tendensius pada nilai produktivitas yang tinggi, akan tetapi telah ada perbaikan dalam memperlakukan manusia.
c.       Organizational humanism model
Manusia sebagi sumberdaya yang siap dikembangkan kemampuannnya serta memiliki berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi oleh organisasi.
d.      Modern Organization model
Mementingkan social equity dalam pendistribusian SDM dengan memberikan perhatian kepada golongan minoritas yang tertindas. Model ini mengembangkan demokratisasi, keadilan social dan kesamaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar